KAB. SERANG, RADAR24NEWS.COM-Sungai Ciujung Serang kini tengah jadi sorotan. Airnya yang menghitam pekat dan bau menyengat bikin warga di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, angkat suara. Para nelayan dan petambak bandeng di sekitar sungai ini mengeluhkan kerugian besar akibat dugaan pencemaran limbah.
Panen Gagal, Tambak Kosong
Salah satunya dialami Maksum, seorang petambak bandeng. Ia menyebut tambaknya seluas dua hektare kini tak lagi produktif. Dalam tiga kali masa panen terakhir, semua ikannya mati sebelum sempat dijual.
“Ya kalau dulu mah, panen bandeng nyampe satu ton. Saat ini gak berani, karena tiga kali coba tanam bandeng, semuanya gagal. Ikan mati duluan,” kata Maksum saat ditemui di lokasi, Selasa (16/6/2025).
Menurut Maksum, sistem pengairan tambak yang terhubung langsung ke Sungai Ciujung Serang menjadi sumber malapetaka. Ikan-ikan yang dipindahkan ke tambak langsung mati, bahkan membusuk dari dalam meskipun tampak normal di luar.
“Ikan badannya bengkak, baunya busuk dari dalam. Ditaruh es pun nggak nolong,” tambahnya.
Baca Juga: Ada yang Tergenang, Tapi Belum Diganti! Ada Apa di Desa Tambak Cimarga?
Sungai Hitam dan Berbau, Warga Beli Air Galon
Tak cuma berdampak ke tambak, warga juga mengeluhkan kualitas air yang digunakan sehari-hari. Endi, warga lainnya, menyebut banyak keluarga kini terpaksa membeli air galon untuk mandi dan mencuci.
“Air sungai nggak bisa dipakai. Bau banget, lengket, hitam. Mau mandi aja mending beli galon daripada kena gatal-gatal,” ujar Endi.
Pantauan di lokasi menunjukkan air sungai berwarna kehitaman pekat, dengan bercak menyerupai minyak di permukaannya. Bau menyengat tercium meskipun berada jauh dari bantaran sungai.
Dugaan Kuat Ada Limbah
Meski belum ada pernyataan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, warga menduga kuat adanya pencemaran limbah dari aktivitas industri di hulu sungai. Warga berharap ada tindakan cepat dari pemerintah untuk melakukan uji laboratorium terhadap kualitas air sungai.
“Kalau air udah tercemar limbah, tambak bisa rusak bertahun-tahun. Nggak bisa langsung dipakai lagi,” ujar Endi.
Seruan dari Warga: Cek Industri Sekitar Sungai Ciujung
Warga mendesak agar DLH dan aparat pemerintah turun tangan menyelidiki sumber pencemaran. Mereka juga meminta adanya kompensasi atau solusi bagi petambak yang mengalami kerugian berulang.
“Kami butuh air bersih buat hidup. Tapi ini malah kayak racun,” kata Endi kesal.
Editor: Imron Rosadi


































