TANGSEL, RADAR24NEWS.COM-Di tengah euforia kelulusan yang kerap disambut dengan aksi konvoi dan coret-coret seragam, SMPN 8 Tangsel memilih jalur berbeda. Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Setu ini justru menekankan ketertiban dan kesederhanaan dengan mengumumkan kelulusan secara daring.
Langkah ini bukan sekadar respons terhadap anjuran Dinas Pendidikan, tetapi juga menjadi cerminan budaya disiplin yang telah dibangun bertahun-tahun di SMPN 8 Tangsel. Kepala Sekolah Muslih, mengatakan bahwa metode pengumuman kelulusan online sudah dilakukan sejak lima tahun lalu dan terbukti efektif menekan potensi kenakalan remaja usai pengumuman.
“Sejak saya menjadi Kepala SMPN 8 Tangsel, kami mengumumkan kelulusan siswa secara online. Tujuannya agar siswa merayakan kelulusan dengan cara yang positif. Tidak dengan cara negatig seperti melakukan konvoi motor dijalan, dan coret-coret pakaian,” ujar Muslih, Selasa (3/6/2025).
Baca Juga: Banjir Rawa Buntu Tangsel Bukan Sekadar Hujan, Ini Penjelasan Pilar
Menanamkan Nilai Ketertiban Sejak Dini
Bagi pihak sekolah, kelulusan bukan hanya soal pencapaian akademik, tapi juga cerminan karakter siswa. Melalui kebijakan ini, pihak sekolah ingin menanamkan nilai kesadaran sosial dan tanggung jawab dalam diri pelajar.
“Kami ingin siswa paham bahwa keberhasilan tidak perlu dirayakan dengan aksi yang merugikan orang lain. Disiplin dan rasa hormat terhadap lingkungan adalah bagian dari pendidikan karakter,” tambah Muslih.
403 Siswa Lulus, Nilai Tertinggi 97,10
Pada tahun ajaran ini, sebanyak 403 siswa dinyatakan lulus. Kabar bahagia ini dapat diakses langsung oleh siswa dan orang tua melalui situs resmi SMPN 8 Tangsel sejak Senin sore. Tak ada suara klakson atau corat-coret seragam di jalanan. Sebaliknya, banyak siswa yang justru merayakan kelulusan bersama keluarga di rumah, sambil bersiap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Indrasari Paramita, menyebutkan bahwa pengumuman daring tidak mengurangi esensi dari momen kelulusan. Bahkan, siswa tetap merasa bangga dan termotivasi.
“Dari 403 siswa kelas 9, seluruhnya dinyatakan lulus. Nilai tertinggi diraih oleh seorang siswa dengan skor 97,10, dan nilai terendah 88. Semuanya membanggakan,” jelas Indrasari atau yang akrab disapa Bu Mita.
Respons Positif dari Orang Tua
Kebijakan ini disambut positif oleh para orang tua siswa. Salah satu wali murid, Ayu Pratiwi, menyatakan rasa syukurnya karena anaknya bisa merayakan kelulusan tanpa perlu keluar rumah dan tetap dalam pengawasan keluarga.
“Saya lebih tenang begini. Anaknya tetap senang, kita pun bisa ikut merayakan. Tidak khawatir mereka ugal-ugalan di jalan,” ujar Ayu.
SMPN 8 Tangsel, Sekolah yang Menjaga Budaya Positif
Dengan terus melestarikan pengumuman kelulusan secara online, SMPN 8 Tangsel menegaskan komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan yang tak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk karakter yang tertib, bijak, dan siap menghadapi masa depan.
Editor: Imron Rosadi



































