BANTEN, RADAR24NEWS.COM-Harapan baru datang untuk ribuan keluarga di Provinsi Banten. Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dari Dinas Sosial Provinsi Banten kembali digulirkan dengan total anggaran fantastis, yakni Rp 4 miliar, yang akan disalurkan kepada 2.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada tahun 2025.
Bagi Yani (41), seorang janda asal Kabupaten Pandeglang, kabar ini bukan sekadar angka dalam berita. Ini adalah peluang kedua. “Kalau dapat bantuan UEP, saya mau buka usaha jahit lagi. Mesin saya rusak, modal habis untuk biaya anak sekolah,” ujarnya penuh harap.
Program UEP bukan bantuan konsumtif, melainkan stimulan agar masyarakat miskin memiliki peluang usaha mandiri. Dana bantuan UEP akan ditransfer langsung ke rekening penerima, tersebar di 8 kabupaten/kota di Banten.
“Saya berharap, penyaluran yang transparan,” harap Yani
Bagi warga seperti Yani, UEP adalah suntikan harapan. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk anak-anaknya. “Kalau usaha saya jalan, saya nggak perlu pinjam lagi ke tetangga. Bisa mandiri, bisa lebih tenang,” ucapnya.
Baca Juga: Warga Desa Cadasari Pandeglang Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak
UEP Jadi Modal Harapan Baru
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Banten, Dicky Herdiana, menjelaskan bahwa bantuan UEP bukan sekadar alokasi anggaran, tapi upaya nyata mengangkat ekonomi kerakyatan.
“Pada tahun 2025, sudah menganggarkan sebesar Rp4 miliar melalui program UEP. Dana stimulus ini disalurkan kepada 2.000 KPM,” ujar Dicky saat membuka pelatihan pendamping sosial UEP di Kantor Dinsos Banten, Selasa (3/6/2025).
Ia menekankan pentingnya peran pendamping sosial, yang akan menjadi ujung tombak keberhasilan program. Para pendamping akan membantu penerima dalam mengembangkan usaha dan mengatasi hambatan teknis di lapangan.
“Ketika bantuan ini sudah disalurakan kepada KPM, nanti ada pendamapingan untuk mereka mengembangkan usaha,” terangnya.
Bukan Bantuan Biasa, Tapi Investasi Sosial
Menurut Dicky, penanganan fakir miskin adalah bagian dari upaya strategis nasional. Dengan pendekatan UEP, pemerintah ingin membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar bansos. Ini investasi sosial. Kita ingin keluarga miskin naik kelas, punya usaha, dan tidak selamanya bergantung pada bantuan,” katanya.
Gotong Royong Menuju Mandiri
Pemerintah Provinsi Banten juga mengajak semua pihak — dari pusat hingga daerah — untuk bahu-membahu menyukseskan program UEP.
“Kita butuh kolaborasi lintas sektor. Semua harus ikut serta agar program ini benar-benar berdampak,” tegas Dicky.
Editor: Imron Rosadi


































