KOTA TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Di balik tumpukan sampah yang selama ini jadi keluhan warga, kini muncul harapan baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mengubah 32 ton sampah nonorganik menjadi bahan bakar alternatif bernama Refuse Derived Fuel (RDF). RDF tersebut resmi dikirim ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Langkah ini jadi babak baru dalam pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyebutkan bahwa RDF bukan sekadar inovasi teknis, tetapi bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang.
“Saat ini, kita tidak hanya mengurangi sampah. Kita mengubahnya jadi sumber energi. Ini bagian dari kontribusi Kota Tangerang dalam mendukung transisi energi bersih dan program pengurangan emisi gas rumah kaca,” ungkap Sachrudin saat pelepasan perdana pengiriman RDF di TPA Rawa Kucing, kemarin ditulis Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Milik Pemkab Tangerang Ditutup KLH
Sampah yang Tak Lagi Dibuang Sia-sia
RDF merupakan hasil dari pemilahan, pencacahan, dan pengeringan sampah nonorganik seperti plastik dan kertas. Proses ini dilakukan di fasilitas pengolahan sampah milik Pemkot Tangerang. Nantinya, RDF akan digunakan Solusi Bangun Indonesia sebagai pengganti batu bara dalam proses produksi semen di pabrik mereka.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, RDF merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengelola 1.300 ton sampah harian yang dihasilkan warga kota.
“Ini baru tahap awal. Ke depan, kami targetkan bisa mengirim ratusan ton RDF tiap bulan ke PT Solusi Bangun Indonesia,” jelas Wawan.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Kerja sama Pemkot Tangerang dengan PT Solusi Bangun Indonesia direncanakan berlangsung selama dua tahun, dengan pengiriman rutin seminggu sekali. Bagi SBI, ini bukan hanya menerima bahan bakar alternatif, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular yang memperkuat komitmen industri terhadap lingkungan.
Solusi Bangun Indonesia selama ini dikenal aktif menggunakan RDF di beberapa fasilitasnya. Dengan kerja sama ini, Kota Tangerang resmi bergabung dalam barisan kota yang sudah mulai memanfaatkan energi hijau dari sampah.
“Kami harap ini bisa jadi contoh untuk daerah lain. Sampah bukan musuh, tapi potensi,” tutup Wawan.
Harapan Baru dari Tumpukan Lama
Mulyani (39), petugas pemilah sampah di Rawa Kucing, tak menyangka pekerjaannya kini berdampak hingga pabrik semen. Baginya, setiap plastik yang dipilah kini punya tujuan mulia.
“Dulu rasanya kami kerja sekadar buang dan bersihkan. Tapi sekarang, tahu sampah ini jadi energi, rasanya bangga juga,” ucapnya sambil tersenyum di antara tumpukan botol plastik.
Editor: Imron Rosadi


































