KAB. TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Jelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah, kekhawatiran masyarakat kembali meningkat setelah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menemukan delapan ekor sapi terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).
Temuan itu terungkap di dua lapak penjualan hewan kurban yang berada di wilayah Kelapa Dua dan Sepatan Timur. Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, mengonfirmasi bahwa pihaknya segera mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran penyakit menular tersebut.
“Kami sudah melakukan observasi, pemeriksaan, hingga pengobatan terhadap delapan sapi itu. Semua hewan yang terindikasi sudah kami isolasi,” kata Asep kepada wartawan, Selasa (27/5/2025).
100 Petugas Diterjunkan ke 655 Lapak
Tak tinggal diam, Pemkab Tangerang melalui DPKP mengerahkan 100 dokter hewan untuk melakukan pengecekan di seluruh lapak hewan kurban yang tersebar di Kabupaten Tangerang.
“Tahun ini kami menurunkan 100 petugas yang sudah dibekali teknis pemeriksaan, termasuk cara mengidentifikasi ciri-ciri PMK,” ujar Asep.
Mereka ditugaskan menyisir 655 lapak yang tahun lalu telah terdata oleh DPKP Kabupaten Tangerang. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh demi memastikan kesehatan hewan kurban sebelum dijual ke masyarakat.
“Para petugas sudah dibekali kemampuan untuk mendeteksi ciri-ciri penyakit, seperti PMK, dan langsung melakukan tindakan apabila ditemukan indikasi penyakit,” tambah Asep.
Daging Kurban Aman, Tapi Warga Diminta Waspada
Menurut Asep, PMK pada sapi tidak berbahaya bagi manusia jika daging dimasak dengan benar. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari lapak resmi yang telah diperiksa oleh DPKP Kabupaten Tangerang.
“Meski tidak menular ke manusia, kami tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berkurban,” ujarnya.
Sebelumnya Juga Ditemukan Kasus Serupa
Sebelum temuan terbaru ini, pada 19 Mei 2025 lalu, DPKP juga menemukan dua ekor sapi yang menunjukkan gejala serupa. Kedua hewan tersebut berasal dari luar daerah, yakni dari wilayah Jawa, dan langsung dikarantina serta diberikan vaksinasi.
“Penanganan cepat sangat penting agar kasus ini tidak meluas, apalagi menjelang momen penting seperti Iduladha,” tutup Asep.
Baca Juga: Waspada! Dua Sapi Terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Tangerang
Pedagang Waswas, Penjualan Terancam Turun
Di sisi lain, para pedagang hewan kurban mulai mengeluhkan menurunnya minat pembeli akibat isu ini. Samsul Hadi (43), pedagang hewan kurban di wilayah Sepatan Timur, mengaku bahwa kabar soal PMK membuat pembeli menjadi ragu.
“Baru kemarin laku dua ekor. Biasanya minggu-minggu begini ramai. Tapi sejak ada berita PMK, orang-orang jadi mikir dua kali buat beli,” keluh Samsul.
Meski begitu, ia mengapresiasi langkah cepat dari DPKP yang langsung turun tangan dan memeriksa hewan-hewan secara rutin.
“Petugas datang, periksa satu-satu. Sapi saya juga dicek. Alhamdulillah sehat semua,” ujarnya.
Warga Harap Pemerintah Lebih Ketat Awasi Asal Usul Hewan
Nurjanah (36), seorang warga Kelapa Dua yang hendak membeli sapi kurban untuk keluarganya, berharap agar pemerintah daerah lebih ketat dalam mengawasi jalur distribusi hewan dari luar daerah.
“Saya dengar sapi yang kena PMK datangnya dari Jawa. Kalau bisa dicek dulu sebelum dijual di sini, jadi nggak bikin panik warga,” katanya.
Ia juga mengaku lebih tenang setelah tahu bahwa Pemkab Tangerang menurunkan tim dokter hewan secara masif.
“Saya jadi lebih yakin beli kalau tahu hewannya sudah dicek dan sehat,” tambah Nurjanah.
Editor: Imron Rosadi



































