LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Irigasi di Lebak menjadi tumpuan harapan ribuan petani. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lebak resmi menganggarkan Rp22 miliar untuk rehabilitasi 40 jaringan irigasi yang akan mengairi lahan pertanian seluas 5.000 hektare.
Kepala Bidang (Kabid) Irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruangan (DPIPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyadi mengatakan, program rehabilitasi irigasi tersebut merupakan bagian dari komitmen mendukung program swasembada produksi pangan nasional.
“Pembangunan infrastruktur irigasi ini penting untuk menjamin ketersediaan air bagi pertanian. Bila air lancar, panen pun berlimpah,” ujar Dade, Jumat (23/5/2025).
Serap Tenaga Kerja Lokal
Selain mendukung produksi pangan, program ini juga berdampak pada lapangan kerja. PUPR Lebak menyebut, sedikitnya 800 tenaga kerja lokal akan dilibatkan dalam rehabilitasi 40 jaringan irigasi tersebut.
“Kami libatkan warga sekitar lokasi proyek. Ini bisa jadi pemasukan tambahan, apalagi di musim paceklik seperti sekarang,” tambah Dade.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini di Lebak: Cabai Turun, Gula dan Minyak Tetap Stabil
Komitmen untuk Masa Depan
Dade menjelaskan bahwa proyek masih dalam tahap lelang dan akan segera dieksekusi begitu kontrak kerja ditandatangani. Saat ini, Kabupaten Lebak memiliki 474 jaringan irigasi, terdiri dari 463 irigasi permukaan dan 11 irigasi pompa.
“Kami yakin langkah ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis pertanian. Infrastruktur air adalah fondasi utama,” ujarnya.
Dade berharap pembangunan jaringan irigasi ini akan berkontribusi langsung pada keberhasilan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan langkah nyata ini, Kabupaten Lebak siap menjadi lumbung pangan baru di Provinsi Banten,” tutupnya.
Menghidupkan Harapan Petani
Program rehabilitasi ini menjadi angin segar bagi petani di Lebak, yang selama ini mengandalkan sistem irigasi untuk menjamin keberhasilan panen. Dengan jaringan irigasi yang memadai, potensi peningkatan produksi pertanian pun terbuka lebar.
“Kami petani hanya butuh satu: air yang lancar sampai ke sawah. Kalau irigasinya bagus, pupuk dan bibit bisa maksimal,” kata Sahroni (48), petani padi dari Kecamatan Malingping.
Editor: Imron Rosadi


































