TANGSEL, RADAR24NEWS,COM-Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan mulai menerapkan sistem satu arah (SSA) di Jalan Pondok Aren, tepatnya di Jalan Garut Barat, per 2 Juni 2025. Kebijakan ini diambil guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi saat jam sibuk, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Kisah Warga dan Kemacetan yang Memusingkan
Bagi Dedi (43), warga Graha Raya, setiap pagi adalah perjuangan tersendiri. Ia harus berangkat satu jam lebih awal demi menghindari antrean panjang kendaraan di Jalan Garut Barat.
“Kalau telat sedikit, bisa stuck 30 sampai 40 menit. Jalan sempit, motor dan mobil rebutan,” keluhnya.
Pengalaman Dedi tak sendiri. Jalan tersebut memang hanya memiliki lebar sekitar 3,7 meter dan melintasi kawasan permukiman padat. Data Dishub mencatat, volume kendaraan pada pagi hari (06.30-07.30 WIB) mencapai 1.308 unit per jam, sedangkan sore hari (16.30-17.30 WIB) mencapai 1.050 unit per jam.
Rekayasa Lalu Lintas: Satu Arah di Jam Sibuk
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas di Jalan Pondok Aren akan berlaku pada jam-jam sibuk, yakni pukul 06.00-09.00 WIB dan 16.00-19.00 WIB.
“Penerapan sistem satu arah ini untuk menurunkan tingkat kemacetan dan titik konflik kendaraan. Uji coba akan dilakukan mulai 2 Juni,” ujar Ayep kepada wartawan, Selasa (20/5/2025).
Baca Juga: Dishub Gencarkan Razia Truk ODOL Tangsel, 20 Kendaraan Sudah Ditindak
Rute dan Jalur Baru: Apa yang Berubah?
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, menambahkan bahwa nantinya arus kendaraan akan diarahkan satu jalur dari arah Graha Raya menuju Jalan Garut Barat. Selain itu, posisi u-turn (putar balik) yang sebelumnya berada di depan Jalan Garut Barat akan digeser demi kelancaran arus.
“Panjang antrean dari Garut ke arah Graha Raya mencapai 147 meter, sementara ke arah Pondok Kacang mencapai 111 meter. Sistem satu arah akan memangkas penumpukan itu,” jelas Martha.
Koordinasi dan Sosialisasi
Meski sempat mendapat penolakan dari sebagian warga, Dishub telah melakukan sosialisasi bersama pihak kepolisian, pengembang, serta tokoh masyarakat setempat seperti RT dan RW.
“Kami terus lakukan pendekatan ke warga agar memahami bahwa ini solusi bersama. Tujuannya sama, kelancaran dan keselamatan,” pungkas Martha.
Manfaat yang Diharapkan
Selain mengurangi kemacetan, sistem satu arah di Jalan Pondok Aren diharapkan bisa menjadi pilot project manajemen lalu lintas skala kecil di kota padat seperti Tangsel. Dengan keberhasilan rekayasa ini, bukan tidak mungkin sistem serupa diterapkan di titik-titik kemacetan lainnya.
Editor: Imron Rosadi


































