KAB TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Keresahan warga mulai menyeruak sejak muncul kabar sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Tak sedikit yang khawatir sampah di lingkungan mereka akan menumpuk karena angkutan sampah terhenti. Namun, DLHK Kabupaten Tangerang buru-buru angkat bicara untuk menenangkan situasi.
Pengangkutan Sampah Tetap Berjalan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Fahrul Rozi, memastikan bahwa layanan pengangkutan sampah tetap berjalan seperti biasa, tanpa hambatan.
“Saya tegaskan disini bahwa pengangkutan sampah tetap berjalan. Jadi warag tidak perlu cemas sampah tidak diangkut, meski TPA Jatiwaringin disanksi KLHK,” ujar Fahrul kepada wartawan, Minggu (18/5/2025).
Baca juga: TPA Jatiwaringin Milik Pemkab Tangerang Ditutup KLH
Masa Transisi, Tapi Layanan Jalan Terus
TPA Jatiwaringin kini tengah dalam masa pengawasan selama 180 hari oleh KLHK sebagai respons atas praktik open dumping yang dinilai melanggar ketentuan pengelolaan lingkungan hidup. Meski demikian, TPA tersebut masih bisa digunakan, dan DLHK Kabupaten Tangerang berkomitmen menjalankan masa transisi menuju sistem sanitary landfill.
“Kami tentu akan mematuhi dan mengikuti arahan dari KLHK, karena kami perlu jelaskan bahwa pengelolaan sampah di TPA Jariwaringin akan berproses menuju sistem pengelolaan yang lebih baik,” tambah Fahrul.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan anggaran tambahan kepada Pemkab Tangerang guna mendukung proses transformasi ini, agar pengelolaan sampah di wilayah tersebut semakin ramah lingkungan.
Respon warga Kabupaten Tangerang
Kekhawatiran warga soal terganggunya pengangkutan memang tak main-main. Salah satu warga Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Kabupatenb Tangerang Rini (45), mengaku sempat panik setelah mendengar kabar sanksi terhadap TPA Jatiwaringin.
“Saya pikir truk-truk sampah bakal stop. Soalnya udah dua hari saya lihat tumpukan agak tinggi di TPS. Alhamdulillah ternyata tetap diangkut,” ujar Ibu Rini dengan nada lega.
Editor: Imron Rosadi


































