TANGSEL, RADAR24NEWS.COM-Seorang karyawati berinisial RN mengalami syok berat setelah menjadi korban pelecehan seksual oleh pria onani di angkot jurusan Muncul-Kalideres, Kamis (15/5/2025) siang. Kejadian ini menyisakan trauma mendalam bagi RN, yang kala itu hanya ingin berangkat kerja seperti biasa.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.32 WIB, saat angkot yang ditumpangi RN melaju dari ITC BSD menuju BSD Plaza. Di dalam angkot yang nyaris penuh itu, RN duduk berhadapan langsung dengan pelaku. Tanpa diduga, pria yang mengenakan baju pink dan masker putih tersebut melakukan tindakan tidak senonoh dengan melakukan onani di hadapannya.
“Posisinya saya duduk berhadapan langsung, pelaku mulai onani dari sekitar ITC sampai ke BSD Plaza. Hanya saya dan satu penumpang cewek lain yang sadar. Yang lain diam saja,” ungkap RN saat ditemui malam harinya.
Baca Juga: Polsek Cisauk Ciduk Dua Pria Bawa Besi di Perumahan Golden Park 3
Tindakan Nekat dan Rekaman Bukti
RN mengaku sudah merasa tidak nyaman sejak pertama kali masuk ke angkot. Meski berupaya menahan rasa takut, ia tetap berani merekam aksi pelaku sebagai bukti. Dalam video yang diterima redaksi, tampak pelaku duduk di bagian belakang dan melakukan aksi cabulnya secara terang-terangan.
“Saya tegur pelaku saat lampu merah dekat BSD Plaza, tapi dia malah diam. Setelah turun, saya langsung ganti angkot karena sudah takut banget,” kata RN.
Trauma dan Harapan akan Perlindungan
RN dan seorang penumpang wanita lainnya akhirnya turun bersama. Keduanya mengaku ketakutan dan berharap kasus ini tidak dianggap sepele. Mereka juga menduga pelaku bukan kali pertama melakukan tindakan bejat ini.
“Saya trauma. Apalagi ini bukan angkot kosong, banyak penumpang laki-laki lain yang cuek atau tidak menyadari. Saya harap ada tindakan dari pihak berwenang,” harap RN.
Pentingnya Keamanan Transportasi Umum
Kasus ini menyoroti kembali pentingnya keamanan di transportasi umum, terutama bagi perempuan. Aksi pelecehan seksual seperti pria onani di angkot bukan hanya merendahkan martabat korban, tapi juga menciptakan ketakutan yang berkepanjangan.
Masyarakat diimbau untuk tidak diam jika melihat tindakan pelecehan seksual di ruang publik. Keberanian seperti yang dilakukan RN menjadi contoh penting bahwa pelecehan harus dilawan, didokumentasikan, dan dilaporkan.
Editor: Imron Rosadi


































