Cemas Warganya Terpapar Covid-19, Camat Sepatan Kembali “Turun Gunung”

  • Whatsapp
Camat Sepatan Turun Gunung
Camat Sepatan Dadang Sudrajat kembali “Turun Gunung” untuk mengimbau warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan (Protkes), Selasa (12/1/2020).

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Camat Sepatan Dadang Sudrajat kembali “Turun Gunung” untuk mengimbau warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan (Protkes), Selasa (12/1/2020). Hal itu dilakukan Dadang, karena cemas warganya terpapar virus corona atau Covid-19, terlebih lagi wilayah Kabupaten Tangerang berstatus zona merah penyebaran Covid-19.

Pantuan radar24news.com sekira pukul 07.00 WIB, Camat Sepatan Dadang Sudrajat bersama TNI, Polri dan petugas Ketenraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Sepatan berdiri didepan Kantor Kecamatan Sepatan untuk memberikan imbauan warga agar memakai masker dan menjaga jarak.

Bacaan Lainnya

Setelah berdiri cukup lama, Dadang bersama petugas gabungan tersebut langsung berkeliling ke sejumlah wilayah di Kecamatan Sepatan untuk melakukan hal sama.

“Saya tidak akan jenuh dan lelah, untuk memberikan imbauan kepada warga agar disiplin menerapkan Protkes,” kata Dadang.

Baca juga: Penyelewengan Bansos PKH di Lontar Kemiri, Diduga Bantuan Ditilap Oknum PNS Tangerang

Berdasarkan operasi yustisi yang digelarnya, kata Dadang, pihaknya masih menemukan beberapa warga yang masih abai tidak disiplin menerapkan Protkes. Untuk itu, pihaknya memberikan sanksi menyapu jalanan dan push up warga tersebut, agar tidak mengulang perbuatnnya. Sehingga bisa disiplin menerapkan protkes.

“Masih ada beberapa warga yang melanggar Protkes, kita berikan sanksi. Semoga memberikan efek jera, sehingga bisa disiplin menerapkan Protkes,” tuturnya.

Dadang menambahkan, Pemkab Tangerang sudah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Tangerang. Kebijakan itu dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid.

“PPKM sudah diberlakuan mulai 11 Januari sampau 25 Januari 2021. PPKM ini berlaku untuk pelaku usaha dalam jam operasional dunia kerja serta alat transportasi umum,” pungksanya. (ade maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *