Catatan Kecil Ketua Stisip Yupentek: Tentang Anarkis dan Vandalisme

  • Whatsapp
Ketua Stisip Yuppentek Bambang Kurniawan

TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Baru-baru ini kita dikagetkan dengan aksi dari beberapa kelompok muda yang melakukan “pemberontakan” terhadap sikon bangsa yang dianggapnya tidak menentu ini. Kegelisahan, dan Kecemasan akan situasi yang dihadapi saat ini membuat kelompok muda tersebut melakukan gerakan aksi vandalisme di beberapa tempat di Tangerang (khususnya) dan beberapa kota lain umumnya. Aksinya memang belum sempat sampai turun ke jalan secara massif atau melakukan aktifitas destruktif terhadap sarana dan prasarana umum, terlebih sampai mencederai symbol-simbol kenegaraan. Gerakan yang dilakukan baru sampai apa yang disebut dalam konteks kajian social sebagai “propaganda by words” (sebuah ajakan/rangkaian pesan yang tujuannya mempengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat), seperti “Kill the Rich,” “feed the poor” dan lain-lain.

Jika dikaitkan dengan Anarko Sindikalisme, maka berdasarkan sejarah berkembangnya Anarko SIndikalisme, gerakan ini lebih cenderung mengarah pada gerakan sosialisme kaum buruh, yang menentang exploitasi manusia yang dilakukan oleh para pemilik capital atau dominasi individu dalam sector perekonomian atas individu lainnya (buruh). Maka atas gerakan vandalism yang sekarang sedang marak ini, saya melihatnya sebagai sebuah “coretan di dinding” atas fakta social yang terjadi dan belum sampai pada sebuah gerakan Anarkis Sindikalisme. Dalam kata lain ada perbedaan filosofi gerakan antara “vandaslime coretan“ dan Anarkis Sindikalisme walaupun tujuannya sama yakni sikap protes atas ketidakadilan yang menurut mereka tengah terjadi saat ini. Pada tataran ini memang perlu didalami lagi soal latar belakang kenapa mereka melakukan vandalisme coretan.

Sisi lain, karena melihat usianya yang masih muda, sekitar 18 sampai 20 tahunan, maka memang pihak kepolisian termasuk pemerintah perlu mendalami lagi apakah gerakan vandalism ini sebuah gerakan yang sengaja dilakukan sebuah organisasi besar dan terencana atau memang hanya gerakan sporadis dikalangan anak muda saja, mengikuti trend generasi millennial yang memang cenderung cerdas, pragmatis, “anti establishment,” keinginan akan eksistensi dan “internet minded.”

Baca juga:Polisi Ringkus Pelaku Vandalisme “Sudah Krisis Saatnya Membakar”

Propaganda ini menjadi terkesan berbahaya jika memang dipahami hanya dari sisi kata-kata yang terungkap, akan tetapi sebagai anak bangsa tentu perlu dipahami juga mengapa ungakapan-ungkapan –saya menyebutnya sebagai coretan di dinding- tersebut sempat terlontar bahkan terkesan terorganisir rapih eskalasi pergerakannya. Coba bayangkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, bahkan cenderung bersamaan gerakan serupa terjadi juga di beberapa kota, selain  Tangerang, yakni Banjar, Bekasi, Bandung, dan Jakarta. Ini memiliki kecenderungan sebagai sebuah gerakan terencana.

Kemudian, kalau sampai pada fase membuat aksi terencana melakukan Penjarahan Masal pada tanggal 18 April 2020 mendatang, saya sih melihatnya ini hanya sebuah gertakan saja, sekedar test the water bagaimana rerata sikap sosial masyarakat saat ini, di tengah pandemic covid-19 yang sangat menyita energy dan pikiran rakyat. Saya masih percaya bahwa rakyat Indonesia sejatinya adalah rakyat yang cinta akan kedamaian, dan tidak menginginkan kerusuhan terjadi lagi di bumi pertiwi ini, tinggal saja bagaimana pemerintah memang “ditantang” untuk dapat memberikan effortnya lebih cerdas dan lebih membuat khalayak ramai tidak menjadi pesimis dan bahkan tidak membuat ambigu dalam pembuatan keputusan-keputusan penting di saat keadaan serba penuh volatility (kondisi yang sering berubah secara cepat) ini.

Saya sangat yakin anak-anak muda pelaku “vandalism” tersebut adalah anak-anak yang menginginkan masa depan bangsa ini lebih baik dari sekarang, lebih bermartabat dari saat ini, dan lebih berkeadilan social. Sisi lain pemerintah harus membuktikan bahwa lembaga ini yang nota bene memiliki kemampuan, memiliki resources lebih dan memiliki otoritas di segala bidang dapat menjalankan fungsinya secara lebih optimal, Indonesia Masih ada…kita bisa !!!

Oleh: Bambang Kurniawan

Penulis adala Ketua STISIP YUPPENTEK-Tangerang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *