Buah Impor ‘Banjiri’ Pasar Lokal di Kabupaten Tangerang

  • Whatsapp
Buah Impor Banjiri Pasar Lokal di Kabupaten Tangerang
Lapak buah impor di salah satu minimarket di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Buah impor asal China, Selandia Baru, Thailand, dan Amerika Serikat membanjiri pasar Pandeglang. Akibatnya buah-buah lokal tersisih.

Kondisi ini ditengarai lantaran petani belum serius menanam buah karena terhambat modal sehingga mutu buah lokal yang dihasilkan kalah saing dengan buah impor.

Pantauan di lapak buah di Minimarket dan Pasar Tradisional di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, sejumlah buah impor yang merajai pasarandi antaranya lengkeng bangkok, durian monthong, jeruk ponkam, jeruk shantang madu, jeruk shantang gundul, apel fuji RRC, dan apel washington.

“Kita menyediakan buah-buah impor soalnya dari agen di menyediakan buah impor,” kata Susilawati (26 tahun), karyawan minimarket di CitraRaya, Kecamatan Cikupa kepada radar24news.com, Selasa (23/2/3).

Baca juga: Ternyata, Stadion Mini Hingga Kantor Kecamatan Tigaraksa Curi Listrik

Menurut Susi, buah impor juga lebih diminati pembeli karena mutunya yang lebih baik dibandingkan buah lokal. Di antaranya ukuran lebih besar dan seragam, kulit buahnya lebih mulus, dan rasanya yang enak.

“Yang terpenting harganya murah,” katanya

Buah lokal seperti mangga, jeruk medan, dan salak pondoh, kata dia, sulit diperoleh dan hanya tersedia di musim–musim tertentu. Sementara permintaan buah tak bisa ditunda.

“Apalagi untuk apel malang dan delima,” ujarnya.

Senada dengan Susi, Pedagang Buah di Pasar Tradisional Cikupa Mama (37 tahun) mengataka, ditempatnya mayoritas menyedikan buah impor. Hal tersebut karena buah lokal sulit didapat dari agen di Pasar Induk.

“Tapi, masih ada sih beberapa buah lokal. Tapi mayoritas buah impor,” singkatnya. (ade maulana)

  • Whatsapp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *