Bu Iti Tolong! Warga Miskin di Kabupaten Lebak Bertambah Signifikan

  • Whatsapp
Bu Iti Tolong! Warga Miskin di Kabupaten Lebak Bertambah Signifikan
Koordinator Fungsi Statistik pada BPS Kabupaten Lebak, Ai Budiman.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Jumlah warga miskin di Kabupaten Lebak pada 2020 lalu mengalami peningkatan atau bertambah bila dibandingkan pada 2019 lalu. Berdasarkan data Badan Pusat Stasistik (BPS), jumlah angka kemiskinan di Kabupaten Lebak pada 2020 mencapai 120.830 jiwa. Angka tersebut bertambah dibanding pada 2019 lalu yang tercatat 107.930 jiwa.

Koordinator Fungsi Statistik pada BPS Kabupaten Lebak, Ai Budiman mengatakan, penduduk miskin di Kabupaten Lebak tahun 2020 naik 0,94 persen dibanding tahun 2019. Namun angka penduduk miskin pada 2019 turun 0,11 persen dibandingkan 2018 lalu.

Bacaan Lainnya

“Tren kemiskinan di Kabupaten Lebak dari 2018 tercatat 8,41 persen. Kemudian, pada 2019 tercatat 8,30 persen, angka ini menurun 0,11 persen dibanding 2018 lalu. Tapi, pada 2020 tercatat 9,24 persen berarti ada kenaikan dari 2019 sebesar 0,94 persen. Itu kenaikan angka kemiskinan di Lebak,” jelas Ai kepada radar24news.com saat ditemui diruangnya, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Empat Gudang di Kecamatan Kosambi Tangerang Terbakar

Ai menilai, kenaikan angka kemiskinan di Kabupaten Lebak akibat dari pandemi virus corona atau Covid-19. Kemudian, secara absolut jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lebak pada 2020 mencapai 120.830 orang.

“Jadi pada 2020 ada kenaikan cukup signifikan angka kemiskinan, tinggi sekali kenaikannya. Totalnya ada 120.830 jiwa,” tuturnya.

Kemudian, tambah Ai, garis kemisiknan di Kabupaten Lebak pada 2018 sebesar 283.901 rupiah perkapita perbulan. Selanjutnya, pada 2019 tercatat adanya kenaikan seiring dengan laju inflasi, kenaikan harga barang itu sebesar 298.2019 rupiah perkapita perbulan. Sementara pada 2020, terjadi kenaikan yang cukup signipikan jadi 334.509 rupiah perkapita perbulan.

“Ini garis kemiskinan merupakan salah satu tolak ukur untuk menghitung tingkat kemiskinan, jadi kalau misalkan pendapatan atau pengeluaran perkapitanya dibawa garis kemiskinan. Itu masuk kategori orang miskin,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya belum merespon panggilan dan pesan yang dikirimkan radar24news.com. (aji/ron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.