Belajar Online Dikeluhkan Orang Tua, ini kata Kandisdik Lebak

  • Whatsapp
Ilustrasi Stres Belajar Daring
Ilustrasi: Belajar online

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM – Salah satu orang tua siswa, Dewi, warga Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan pembelajaran jarak jauh atau secara Online (daring), yang diterapkan tahun 2020 atau selama pandemi Covid -19.

Pembelajaran secara daring tersebut, selain pembelajarannya dinilai tidak maksimal, itu juga berdampak pada Psikolologisnya.

Bacaan Lainnya

“Saat diberlakukannya belajar secara online atau secara daring, membuat saya tidak mampu mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya, apalagi kondisi kehidupan saya biasa -biasa saja.

Tentu semua pekerjaan rumah harus saya bereskan, tambah memberikan pemahaman kembali pada anak saya yang kadang tidak memahami pembelajaranya. Dan itu membuat emosi ini tumbuh secara perlahan,” kata orang tua siswa, Dewi, pada awak media, Selasa, (27/10/2020).

Dewi menuturkan, selama diberlakukannya pembelajaran secara daring, ia kadang harus adu mulut dengan suaminya. Karena sebagian banyak waktunya difokuskan untuk mendampingi anaknya yang kadang tidak memahami pembelajarannya.

“Iya, sudah seharusnya ketika suaminya saya ingin makan bersama wajib bagi saya untuk mendampingi suami saya. Apalagi saya memiliki anak yang masih berumur 6 bulan, tentu saya harus berbagi waktu mendampingi anak saya belajar secara daring, dan mendampingi suami saya serta mengurus anak saya yang masih berumur 6 bulan. Tentu hal ini membuat saya tertekan,” tuturnya.

BACA JUGA: Nasib Siswa Belajar di Sekolah Belum Diputuskan, Kadisdik: Tunggu SE Kemendikbud

Lanjut lanjut Dewi mengungkapkan, dirinya tidak menyalahkan kebijakan pemerintah yang saat ini sedang fokus memutus mata rantai Covid -19. Namun, kata ia, dengan di berlakukannya pembelajaran daring yang hingga saat ini, ia merasa keharmonisan rumah tangganya mulai terganggu dan juga pekerjaannya.

“Memang saya akui, anak saya menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Tapi, harapan saya menyengolahkan anak saya agar dapat diberikan pembelajaran penuh oleh pihak sekolah atau guru sesuai fungsinya dan kemampuannya. Karena saya hanya ibu rumah tangga, bukanlah guru, ” terangnya.

Dewi berharap, pemerintah dapat memberikan solusi lain untuk membuka kembali belajar secara langsung atau bertatap muka, agar anaknya bisa kembali belajar secara bertatap muka.

“Saya berharap pemerintah juga pihak – pihak terkait, dapat memberikan solusi untuk membuka pembelajaran secara tatap muka lagi. Sehingga pekerjaan rumah saya tidak terganggu, dan keluarga saya bisa harmonis, damai seperti dulu,” katanya.

BACA JUGA: Imbas Corona, SP Online di Kabupaten Tangerang Tak Capai Target

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, bahwa pembelajaran jarak jauh atau secara online (daring) akan terus dilakukan selama kondisi Lebak masih di zona Orange.

Sementara, terkait orang tua siswa yang mengeluhkan pembelajaran secara daring, menurutnya, karena orang tua siswa sepenuhnya menyerahkan ke guru, padahal, harusnya mereka bersama- bersama.

“Karena selama ini mereka menyerahkan sepenuhnya ke guru. Padahal dari dulu juga harusnya bersama- sama,”kata Kadis Dindikbud Lebak, Wawan Ruswandi melalui via Whatsaapnya, Selasa, (27/10/2020). (aji/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *