Antrian Pemohon E-KTP Mengular di Kantor Kecamatan Pasar Kemis

  • Whatsapp
Antrian Pemohon E-KTP Mengular di Kantor Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/7/2020).

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Kondisi kantor Kecamatan Pasar Kemis ramai, Rabu (1/7/2020). Ratusan pemohon Kartu Tanda Penduduk Elektonik atau e-KTP mengatre sejak pagi hingga siang. Saking membeludaknya, antrian warga sampai mengular hingga ke halaman kantor tersebut.

Salah seorang pemohon, Mirnawati (20 tahun), warga Kampung Pangadegan, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis mengaku, sudah sejak pukul 09.00 WIB mengatre, namun dirinya kecewa karena yang diperbolehkan masuk kantor Kecamatan Pasar Kemis hanya hanya 20 orang. Padahal, yang mengatri lebih dari 200 orang.

“Hanya 20 orang yang diperbolehkan masuk kantor, mangkanya antre panjang begini,” kata Mirwati kepada wartawan saat ditemui di halaman kantor Kecamatan Pasar Kemis.

Baca juga: HUT Bhayangkara, Menteri Dalam Negeri Harap Polri Semakin Solid

Mirnawati berharap, pegawai Kecamatan Pasar Kemis menyediakan tempat duduk di halaman kantor, agar warga yang mengatri tidak sambil berdiri dan juga bisa menjaga jarak. Sebab, dengan tidak adanya tempat duduk mengakibatkan warga berdiri dan juga tidak menjaga jarak.

“Yang kasihan itu orang tua, antri sambil berdiri. Harapan saya ada kursi agar menunggu antrian sambil duduk,” garapnya.

Sementara itu, Camat Pasar Kemis Chaidir mengatakan, antria pemohon adminitrasi kependudukan (Adminduk) yang terjadi di kantor Kecamatan Pasar Kemis itu karena pemohon mencapai 300 hingga 400 oarang per hari. Sedangkan, pihaknya membatasi pelayanan dalam rangka menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Ya antri pelayanan Adminduk perhari 300 hingga 400 orang pemohon, sedangkan diruang Paten (Pelayanan Adminitrasi Terpadu Kecamatan_red) dibatasi protokol Covid-19 hanya 22 kursi,” kata Chaidir saat dikonfirmasi melalui telepon. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *