Air Lindi TPA Jatiwaringin Tangerang Cemari Sumur Warga, Ini Videonya

  • Whatsapp

KABUPATEN TANGERANG, RADAR24NEWS.COM-Sumur warga di Kampung Pulo Jungkel RT 14 RW 06, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tercemar air lindi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Imbasnya, air sumur warga berubah menjadi hitam dan bau. Sayangnya, kondisi tersebut belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Air yang sehari-hari warga konsumsi sudah tidak bisa dimanfaatkan, karena dampak dari pencemaran itu. Baunya bukan main, bahkan dipakai mandi itu gatal,” kata tokoh agama Kampung Pulo Jungkel, Desa Tanjakan Mekar Ustad Syarifudin kepada radar24news.com saat ditemui dirumahnya, Sabtu (20/2/2021).

Bacaan Lainnya

Baca juga: Heboh, Daihatsu Sigra Terseret Banjir di Jatiuwung Tangerang

Sebelum tercemar air lindi di TPA Jatiwaringin, kata dia, masyarakat memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Namun saat ini, sumur warga sudah tidak bisa dimanfaatkan karena kondisi air sudah keruh dan bau.

“Tujuh hari saja bak di kamar mandi tidak dibersihkan, warna air sudah hitam. Kalau tiga hari baru bitnik-bintik hitam,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah bisa memperhatikan keluhan masyarakat karena sampai saat ini belum ada perhatian dari pemerintah. Menurutnya, bila tidak ada respon dari pemerinta, warga akan menindaklanjuti persoalan ini dengan mendatangi kantor Bupati Tangerang.

“Harapannya, datang kesini, cek. Karena ini fakta, bukan omongan kosong. Kita lihat sumur, kolam maupun yang berdekatan dengan TPA Jatiwaringin. Kami ini ke TPA hanya berjarak 20 meter,” ungkapnya.

Senada dengan Ustad Syarifudin, tokoh pemuda warga setempat Syaiful mengaku, pihaknya sering menyapaikan keluhan terkait pencemaran lingkungan di wilayahnya.

Namun, dirinya kerap dituding sebagai provokator. Padahal, hanya menyampaikan aspirasi dari masyarakat dan berharap mendapatkan respon dari pemerintah.

“Kami tidak ada niat untuk menutup TPA Jatiwaringin, kami hanya menyampaikan aspirasi masyarakat dan berharap mendapatkan respon dari pemerintah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, pihaknya membuang sampah bukan ditanah milik orang lain.

Dan sejak tahun 1993 sampai dengan sekarang secara bertahap atau berangsur-angsur mengalami perluasan karena volume sampah bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

“Terkait keluhan warga, Insyallah akan dipertimbangkan,” katanya.

Menurut Taufik, pihaknya sedang mempersiapkan regulasi untuk pemusnahan sampah TPA Jatiwaringin dengan menggunakan teknogi pemusnahan sampah.

“Akan melibatkan Perumda untuk seluruh mekanisme dari awal, tender dan pelaksanaannya,” pungkasnya.

Sekedar informasi, saat ini Lahan TPA Jatiwaringin sedang dilakukan perluasan. Lahan perluasan tersebut berjarak sekitar 20 meter. (ade maulana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *