42 Mobil Operasional Desa di Kabupaten Tangerang Diduga Tanpa BPKB, Beli Dimana?

  • Whatsapp
Salah satu unit mobil operasional desa yang hanya memiliki STNK, tanpa BPKB.

KABUPATEN TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Sebanyak 42 unit mobil operasional Desa di Kabupaten Tangerang diduga tidak memiliki surat lengkap, hanya memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Padahal, mobil dinas tersebut dibeli dengan cara tunai melalui Dana Desa (DD). Untuk menutupi Hal tersebut, mobil dinas desa itu menggunakan plat merah.

Salah seorang Kepala Desa di Kabupaten Tangerang, yang minta namanya dirahasikan mengatakan, dari 42 unit mobil operasional desa itu, salah satunya adalah mobil operasional yang ada di desanya.

Menurutnya, mobil operasional di desanya itu diberikan oleh mantan Kepala Desa dan hanya diberikan STNK, tanpa BPKB. Padahal, mobil itu dibeli secara tunai.

“Saat saya menjabat kepala desa, saya diserahkan mobil operasional desa, tanpa BPKB. Ternyata, bukan hanya di desa saya kang (menyebut wartawan_red). Di Kabupaten Tangerang totalnya 42 mobil operasional Desa yang tidak memiliki BPKB,” kata Kepala Desa yang baru mejabat tahun 2019 ini kepada radar24news.com, Minggu (26/7/2020).

Dirinya sudah berupaya untuk menanyakan keberadaan BPKB mobil tersebut, baik kepada mantan kepala desa dan pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa.

Namun hingga saat ini belum ada keterangan jelas. Bahkan, Pjs Kepala Desa tersebut tidak mengetahui mobil operasional itu beli dimana.

“Saya sudah tanya ke Pjs Kepala Desa, tapi dia tidak tahu cuman diserahkan mobil saja. Coba akang tanya ke nama David, barangkali dia tahu,” ujarnya.

Sementara itu, David yang disebut Kepala Desa tersebut enggan memberikan komentar terkait mobil operasional tersebut. Sebab, David menyebut bahwa persoalan mobil itu sudah memberikan keterangan ke penyidik. Namun demikian, David tidak menyebutkan penyidik mana.

“Izin pak (David menyebut wartawan_red), kalau masalah kendaraan kita sudah menyampaikan ke penyidik semua. Jadi itu sudah ranah penyidik,” singkatnya melalui telepon. (ade maulana/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *