42 Desa di Kabupaten Lebak Rawan Bencana Longsor dan Banjir

  • Whatsapp
Seorang peseda melihat sisa bangunan yang runtuh akibat dilanda banir banda yang melanda Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak pada 1 Januari 2020 lalu. (dok)

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Masyarakat Kabupaten Lebak harus meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan dimasa peralihan musim kemarau ke hujan. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyebutkan 42 Desa di wilayah rawan bencana longsor, banjir dan puting beliung atau hidrometerologi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Ajis Suhedi mengungkapnya, 42 Desa rawan hidrometerologi itu berada di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Cilograng, Cibeber, Bayah Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Cimarga, Karanganyar dan Kecamatan Sobang.

Bacaan Lainnya

“Kami hanya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan tergadap bencana alam hidrometerologi, bukan untuk menakuti,” kata Ajis kepada wartawan, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Ditawarin Tumpangan, Uang Karyawati Asal Sepatan Dikuras OTK

Bencana hidrometerologi itu, menurut Ajis, dipengaruhi beberapa faktor alam. Diantaranya peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Sementara itu, lanjut Ajis, berdasarkan prakiraan Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Kabupaten Lebak sudah memasuki musim penghujan pada Oktober ini.

“Betul, berdasarkan prakiraan BMKG sudah masuk musim hujan bulan ini,” ujarnya.

Diketahui bersama, 1 Januari 2020 lalu enam Kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak dilanda bencana banjir bandang dan longsor. Akibatnya, ribuan rumah masyarakat mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.

BPBD Kabupaten Lebak mencatat, sebanyak 30 desa terdampak bencana tersebut yang tersebar di Kecamatan Cipanas, Sajira, Maja, Lebak Gedong, dan Curug Bitung. (purnama/imron)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *