20 Botol dan Satu Drum Madu Palsu di Musnahkan Masyarakat Baduy

  • Whatsapp
20 Botol dan Satu Drum Madu Palsu di Musnahkan Masyarakat Baduy
20 botol dan satu drum madu plasu dikumpulkan sebelum dimusnahkan.

KABUPATEN LEBAK, RADAR24NEWS.COM-Puluhan Tokoh Adat Baduy musnahkan 20 botol madu palsu dan satu drum. Pemusnahan tersebut dilakukan di rumah Adat Lesehan Baduy tepatnnya Kampung Kaduketug, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidaamar, Kabupaten Lebak.

Salah satu tokoh Adat Baduy, Jaro Saija menyebut madu palsu, dia peroleh dari tangan masyarakat adat Baduy yang ikut serta mengedarkan madu palsu.

Bacaan Lainnya

Jaro menjelaskan, langkah itu, ia lakukan karena munculnya informasi tentang penyebaran madu palsu di Lebak.

Kata Jaro, lembaga adat yang ada di Baduy talah sepakat untuk mengelilingi kampung dengan melakukan razia.

“Selama dua Minggu, kita mengelilingi kampung dan menemukan sekitar 20 botol dan satu drum madu palsu,” jelasnya saat jumpa pers, Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Dinilai Cemarkan Nama Baik, Seorang Kades di Mauk Polisikan Warga

Dari hasil penemuan madu palsu tersebut, kata Jaro, dia bersama tokoh adat Baduy lain langsung melakukan penyitaan.

“Barang langsung kita sita dan masyarakat yang tertangkap menjual madu palsu kita berikan terguran untuk tidak lagi menjualnya,” tegasnya.

Menurut Jaro, peredaran Madu palsu terutama di wilayah Lebak merupakan sebuah kelalaian.

“Kami sebagai masyarakat adat, merasa lalai sehingga peredaran Madu palsu bertahan hingga waktu yang cukup lama di Banten,” tuturnya.

Untuk itu kata Jaro, sebagai tanda keseriusan lembaga masyarakat Baduy, maka hasil pengumpulan madu palsu tersebut akan dimusnahkan.

“Kita akan musnahkan madu palsu ini dengan cara di bakar atau dibuang.

Selain itu, menuturkan, tindakan itu kata dia,ini sebagai tanda keseriusan Lembaga Masyarakat Baduy untuk mengembalikan citra madu asli Baduy, yang diproduksi secara alami” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 20 botol dan satu drum madu palsu dijejerkan di lesehan rumah.

Madu palsu tersebut dimusnahkan dengan cara dibuang dan dicecerkan ke tanah yang berada di samping rumah lesehan lembaga masyarakat Baduy. (jumri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *