2 Bulan Kenal di Facebook, Gadis Asal Sindang Jaya Tewas Dibunuh Pacar

  • Whatsapp
Tersangka berinisial MI alias I tertunduk saat dihadirkan dalam konfrensi pers di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (30/6/2020).

KOTA TANGERANG,RADAR24NEWS.COM-Nasib tragis menimpa Susilawati (21 tahun), gadis asal Kampung Rimpak Tengah RT 02 RW 08, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Nyawa remaja itu melayang setelah dicekik pacaranya senditi yang baru dikenal dua bulan di media sosial (Medsos) Facebook.

Selain membunuh, barang-barang korban juga diembat pacarnya yang berinisial MI alias I (20 tahun), warga Kampung Cibodas RT 05 RW 01, Kelurahaan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.

Kaplores Metro Tangerang kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto menjelaskan, korban mengenal pelaku berinisial MI alias I belum lama, mereka berkenalan melalu Facebook. Perkenalan itu berlanjut hingga saling bertukar nomor handphone. Hampir dua bulan mereka menjalin komunikasi hingga berlanjut menjadi pasangan kekasih.

“Sebetulnya, tersangka mengenal korban melalui jaringan Facebook, dua bulan lalu. Selama dua bulan itu, mereka sudah melakukan pertemuan sebanyak tiga kali,” jelas Sugen kepada wartawan saat Konferensi Pers di Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Plang Lahan SDN Salembaran Jati I di Kosambi Kembali Dipasang

Saat pertemuan ketiga kali atau yang terakhir itu, lanjut Sugeng, pelaku dan korban terjadi cekcok karena pelaku mengetahui di Handphone korban, ada komunikasi dengan laki-laki lainya. Padahal, korban sudah menjelaskan bahwa lelaki itu bagian dari masa lalunya.

“Setelah terjadi cekcok mulut itu, korban dibawa pelaku muter-muter dan akhirnya masuk disebuah gang di wilayah Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang,” ungkpanya.

Disebuah gang itu, korban dicekik oleh pelaku hingga tewas. Kemudian jasad korban dibuang ke sebuah empang di Kampung Gerendeng Pulo, Kelurahaan Gerendeg, Kecamatan Karawaci. Selanjutnya tersangka mengambil barang-barang milik korban diantaranya Handphone.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP. Dengan ancaman pidana mati,” pungkasnya. (hendra setiawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *